Kamis, 19 Mei 2011

Mau Jadi Penyiar Radio yang OKE???!!!

Menggeluti dunia broadcasting, nggak ada habisnya… terus berjalan dan enggak ada kata mundur. Sesuai dengan era globalisasi semuanya semakin canggih dan kita sebagai pekerja seni di tentut untuk selalu membuka pemikiran tentang perkembangan dalam hal apapun. Terlepas dari ketidak sempurna’an manusia, namun kita dituntut untuk bisa memberikan yang terbaik untuk pendengar, sa’atnya saya akan berbagi informasi tentang dunia radio, informasi ini saya dapatkan dari buku buku tentang dunia penyiaran radio dan juga training yang saya dapatkan.  Baiklah… tak kenal maka tak sayang, jadi mulai berkenalan terlebih dahulu dengan “Penyiar Radio”.

Penyiar atau sekarang lebih dikenal dengan sebutan DJ (disc Jockey) adalah seseorang yang berkomunikasi baik seara langsung atau tidak langsung untuk memberikan suatu informasi, Pendidikan, hiburan dan sebagai teman dekat bagi khalayak pendengarnya.

Seorang penyiar professional dituntut untuk serba tahu sebagai tolak ukur kualitas dan daya tarik dirinya, tetapi bukan untuk menggurui. Selain itu pendengar radio (listener) tidak hanya mendengarkan comment dari seorang penyiar, tetapi mereka juga menyimak dan bebas bereaksi seperti memuji, mengkritik, maupun menghujat kualitas penyiar. Hal ini sangat vital dan harus diperhatikan karena akan berpengaruh pada lama dan tidaknya mereka mendengarkan seornag penyiar mengudara. Ada 3 hal pemikiran dasar kinerja seorang penyiar yang harus diperhatikan, yaitu showman ship, pilihan lagu dan kepedulian kualitas audio.

1.      Showman Ship

Seorang penyiar harus berpikir bahwa on air bukan hanya sebuah tugas, menjalankan pekerjaan atau melakukan hobi. Tetapi seorang penyiar harus memaksimalkan kemampuannya menjadi entertainer sejati. Jadi, anggap saja ribuan bahkan jutaan orang sedang mendengarkan. Tetapi yang pelu diingat tetap anggap mereka satu, penyiar hanya berbicara dengan 1 orang, karena ini adalah kunci komunikasi unuk dapat menyentuh emosi mereka.

 

2.      Pilihan Lagu

Selain comment (news), mayoritas radio di Indonesia menyuguhkan musik kepada pendengarnya. Keterampilan memilih dan memutar musik merupakan elemen yang sangat penting mengingat sifat dari pendengar yang bermacam-macam (heterogen).

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemutaran lagu adalah :

-          Keras tidaknya lagu yang diputar

-          Cepat lambatnya tempo lagu yang diputar

-          Penyanyi solo atau sebuah band dari lagu yang diputar

-          Penyanyi pria atau wanita dari lagu yang diputar.

Dengan memperhatikan hal ini, otomatis seorang peniar harus meninggalkan sifat idealis mereka dalam memutar lagu.

 

3.      Pengetahuan (Knowledge)

Pengetahuan harus dimiliki oleh seorang penyiar sebagai seorang komunikator. Pengetahuan akan terus berkembang seiring perkembangan zaman. Pendengar akan sangat malam mendengarkan seorang penyiar yang malas dan berotak kosong. Penyiar arus bisa membuat comment-commentnya lebih berbobot, dan tidak asal bicara.

 

Selain itu menjadi seorang penyiar harus memiliki keahlian khusus untuk mendukung kinerjanya. Keahlian khusus yang harus dimiliki oleh seorang penyiar adalah :

1.      - Announcing Skill

Kemampuan announcing atau berbicara adalah hal yang dimiliki oleh seorang penyiar radio. Bukan hanya mampu berbicara, tetapi mengolah kemampuan berbicaranya dengan mencari sisi menarik dari nilai-nilai announcing itu sendiri.

Untuk berbicara di depan Mic, seorang penyiar harus memperhatikan dan mempelajari teknik berbicara yang benar.

1.      Jelas

Kejelasan dari kata-kata yang diucapkan secara wajar (alamiah). Tidak terlalu over juga tidak terlalu lemah.

2.      Peduli Tanda Baca

Naik-turunya vocal sesuai tanda baca yang digunakan untuk memberikan emosi pada kata yang diucapkan.

3.      Tekanan atau Stressing

Tekanan pada hal-hal yang penting, bisa dilakukan dengan ditinggikan, direndahkan, dicepatkan maupun dilambatkan dalam pengucapan kata-kata tersebut.

4.      Akurasi

Bagaimana seorang penyiar mengucapkan kata-kata benar sesuai dengan pelafalannya.

5.      Passing

Pemenggalan kata atau kalimat dengan benar sehingga enak untuk didengarkan tanpa mengubah dari arti kalimat itu sendiri juga bisa mengatur tempo pengucapan kalimat.

6.      Timing

Waktu atau jeda kata per kata tidak terlalu cepat pengucapannya sehingga tidak jelas atau tidak terlalu lambat sehingga membosankan.

7.      Volume

Keras dan tidaknya suara penyiar, jangan sampai tenggelam oleh musik atau backsound, noise dan lain-lain.

8.      Rate

Banyaknya kata yang diucapkan setiap menitnya. Ada yang menyebutkan bahwa 150 kata per menit adalah tempo yang sedang buat kecepatan berbicara seorang penyiar.

9.      Kebiasaan Buruk

Biasakan menghilangkan kebiasaan-kebiasaan yang akan mengganggu kejelasan dari kata yang diucapkan.

a.       Initial Sound (hilangnya suku kata di depan)

b.      Middle Sound (hilangnya suku kata di tengah)

c.       Ending Sound (hilangnya suku kata di belakang)

 

2.      - Operating Skill

Kemampuan seorang penyiar dalam mengoperasikan perangkat siar.

3.      - Writing Skill

Gaya penulisan untuk radio dengan media cetak sangat berbeda. Ini sangat penting dikuasai oleh seorang penyiar lebih lebih untuk penyiar pemula yang akan menjadi guidance untuk comment-commentnya supaya bisa melakukan adlibbing (bicara spontan) dengan baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar